Kamis, 21 April 2011

Bedah Teknologi Bajaj Pulsar 220 DTS-i

Dibanderoli Rp 18,6 juta oleh PT Bajaj Auto Indonesia, Bajaj Pulsar 220F DTS-i cukup menggoda konsumen. Maklum, dilengkapi aneka fitur dan teknologi. Ada apa aja, sih? Mari kita jabarkan satu per satu, dari mesin, pengapian, kelistrikan, hingga kaki-kaki.

Roller Rocker Arm

Pemakaian pelatuk dilengkapi roller/bearing kian jamak di hampir semua motor. Varian Pulsar hingga seri 220F pun punya. Tujuannya untuk meningkatkan efisiensi, karena gesekan jadi lebih rendah.

Oil Cooler

Disematkan pada mesin yang punya bore x stroke 67 x 62,4 mm ini. “Untuk menyetabilkan suhu mesin,” terang Setyo Pribadi, national service manager PT BAI.

TEC & Catalytic Converter


Torque Expansion Chamber (TEC) berupa ruang tambahan di knalpot, bentuknya mirip tembolok. Berfungsi menambah torsi kala putaran rendah, karena akan bisa menaikkan kevakuman, sehingga bisa menarik bahan bakar lebih banyak ke ruang bakar.

Catalytic converter tentu sebagai pengurang emisi gas buang, sehingga sesuai standar Euro II.

TPS

Throttle Position Sensor (TPS) di Pulsar 220F terletak di karburator Ucal tipe vakum (CV) berventuri 32 mm. “Fungsinya mengatur timing agar pembakaran selalu optimal di semua putaran mesin,” lanjut Pribadi yang warga Cibubur, Jabar ini.

Autochoke


Ini memudahkan kala penyalaan saat dingin. Bekerja jika suhu mesin di bawah 30ยบ, kinerjanya dibantu sensor suhu yang ada di kepala silinder.

DTS-i

Teknologi dua busi yang jadi trade mark Bajaj, disematkan di semua variannya. Dengan dua busi, pembakaran jadi lebih cepat dan merata. Sehingga torsi meningkat, dan hemat bahan bakar.

Self Canceling Indicator

Teknologi ini cocok bagi yang suka lupa menonaktifkan sein setelah belok. Setelah kembali jalan lurus, BCU (body control unit) otomatis akan mematikan sein. Sakelar-sakelarnya sendiri bekerja dengan sistem magnet dan dilengkapi lampu, sehingga awet dan kala malam mudah dipantau.

Auto Filament Switch

Teknologi ini otomatis memindahkan arus lampu kala salah satu filament putus. Misal saat menyala lampu pendek, tiba-tiba putus, maka BCU otomatis memindahkan ke filament lampu jauh. Safety kala malam hari jadi lebih terjamin. Nah saat kondisi mesin mati dan lampu utama dihidupkan, setelah beberapa saat lampu pun mati, agar arus aki tak tekor.

Protection Againt Over Cranking

Untuk mencegah aki tekor, saat proses starter maksimal tombol starter hanya bisa dipencet 3 kali. Setelah itu hanya bisa dilakukan jika rentang 20 detik, atau kontak di posisi off dahulu.

Spidometer Digital

Informasi yang disajikan sangat lengkap. Dari takometer yang tampil analog, spidometer digital, fuel meter, indikator netral, high beam, side stand, hingga indikator waktu pembersihan filter udara, indikator mesin overheat, voltase aki dan indikator volume oli mesin jika kurang dari minimal.

Sokbreker Bertabung

Suspensi belakang dilengkapi tabung berisi nitrogen. Redaman jadi lebih lembut, memberikan kenyamanan dan kestabilan.



(artikel ini diambil dari = MOTO BIKE )

0 comments:

Poskan Komentar